Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Good evening everyone. So i would like to explain to you about my tour in Bali on may 27 2021 about 3D2N yeah that not a long time. First let me say thanks ti one and only God Allah SWT also our prophet Muhammad SAW that we (read: MJP 4C) can attend on tour in Bali. Also thanks 8to our beloved campus POLITEKNIK PARIWISATA MAKASSAR can give us facilities to get there also our beloved lecture Mr. Hadi, Mrs. Yenni, Mrs. Ati also our vendor Mr. Ope as always and Mr. Ulla. Then our best guide Bli Yudhi and Mbo Dewi without you we didnt know about Bali more.
So we start from UPG-DPS at 07:00am but we have to go to an airport at 04:00am for beefing etc. Then arrived in I Gusti Ngurah Rai airport Bali we meet our best guide and give us welcome flower and go to the first tourist attraction that is
1. Uluwatu temple .
Di masa New Normal pandemi Covid-19, destinasi wisata ini tetap menetapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, dan Environment Sustainability), sebagai bentuk upaya menekan penyebaran virus Covid-19.
Hal itu terlihat saat di pintu masuk yaitu tersedianya tempat cuci tangan, pengecekan suhu kondisi tubuh dan juga adanya penanda untuk selalu menjaga jarak antar wisatawan lain.
Pada saat masa pandemi seperti sekarang ini semua tempat wisata yang ada di Bali melakukan penerapan CHSE yang lengkap, begitu pula di Pura Luhur Uluwatu juga menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE yang lengkap. Dan jika ada salah satu tempat wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE maka tempat-tempat tersebut akan dikunjungi oleh pengelola pariwisata untuk dibuka dan dikunjungi oleh wisatawan.
Fasilitas Umum Yang Disediakan
Fasilitas umum di wisata ini sudah lumayan lengkap seperti tempat parkir dan toilet sudah tersedia, namun untuk toiletnya sendiri berada di luar area Pura Luhur Uluwatu.
Dan juga perlu diketahui bahwa di tempat-tempat ini memiliki tiga Pura untuk pemujaan atau berdoa.
Salah satu keunikan di Pura Luhur Uluwatu
Perlu diketahui bahwa ketika mengunjungi Pura Luhur Uluwatu ini terlihat jelas agar tidak membawa barang-barang yang berwarna atau mencolok karena disana ada monyet yang sering mengambil barang-barang yang menarik perhatian mereka seperti barang-barang yang indah. Seperti yang di katakan oleh Bli Yudhi yaitu seorang pemandu wisata yang memandu perjalanan kami "para monyet yang ada di sana itu bukan nakal tapi kreatif" karena setelah mereka mengambil barang milik pengunjung mereka akan mengembalikannya jika ada seseorang yang memberi mereka makanan.
Dan jangan lupa pula di Uluwatu temple ini memiliki sebuah penampilan tari kecak dan fire dance pada setiap hari tapi karena saat ini masih Pandemi Covid-19 jadi tari kecak ini hanya ditampilkan ketika ada yang melakukan observasi terlebih dahulu.
2. Padang-padang beach
here
3. Dreamland beach
Sebelum disebut Dreamland, tempat ini disebut dengan nama Pantai Labuan Said yg ditujukan untuk masyarakat lokal. Namun, dengan perkembangan pariwisata yg pesat di Bali dan khususnya Badung yg menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia sebelum masa korona. Pantai Labuan Said pun diubah menjadi tanah impian para turis yg membawakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
Sayangnya pada saat kami mengunungi Dreamland, ombaknya sedang deras-derasnya dan ada bendera merah yg artinya dilarang surfing. Sehingga kami tidak turun ke pantai dan hanya melihat-lihat dari anjungan saja.
Disini, kami mengobservasi 3 hal, yaitu
- Penerapan CHSE,
- Fasilitas di Dreamland Beach,
- Aktivitas yang bisa dilakukan di Dreamland Beach
Penerapan CHSE di Dreamland Beach
Dreamland beach yang kami kunjungi hari ini tidak begitu menerapkan CHSE di tempatnya. Tidak ada fasilitas untuk mencuci tangan di saat kami masuk kedalam dtw. Namun, tour guide yg bertugas tetap memastikan bahwa anggotannya mengikuti protokol kesehatan. Sebelum masuk kedalam DTW tour guide yang bertugas sudah memastikan bahwa setiap anggota sudah menggunakan hand sanitizer.
Namun, hampir tidak ada rambu-rambu Protokol Kesehatan seperti CHSE, 3M, dll. Kami hanya menemukan satu banner mengenai Protokol Kesehatan. Kami mengasumsikan bahwa ini disebabkan oleh masa pandemi yang mengurangi jumlah turis di Bali secara besar-besaran. Saat kami mengunjungi Dreamland Beach, hanya 3 toko dan satu rumah makan yang buka.
Fasilitas Di Dreamland Beach
- Tempat Makan. Kami menemukana satu tempat makan yang seang buka di Dreamland Beach pada saat kami melakukan observasi disana. Namanya Dream Corner, tempat ini menjual makanan Seperti
- Western sperti Burger, Chicken, Fries, French Fries dengan harga mulai 30K
- Es Kelapa Muda mulai dari 5k
- Etc
- Tempat Jualan Baju. Disini kami menemukan dua toko yg sedang menjual aksesoris, seperti :
Aktivitas yang bisa dilakukan disana
- Surfing. Ini merupakan aktivitas utama yg dilakukan di Dreamland.
- Sub Bathing. Turis juga bisa berjemur disini.
- Sightseeing. Turis juga bisa hanya melihat lihat disini.
Sayangnya, di Dreamland Beach turis tidak bisa snorkling ataupun diving semenjak pantai ini memiliki laut yang dalam.
Comments
Post a Comment